Electroencephalography (EEG) atau Brainmapping 

adalah pengukuran pola listrik pada permukaan kulit kepala yang mencerminkan aktivitas kortikal dan biasanya disebut sebagai gelombang otak. EEG kuantitatif (qEEG) adalah analisis EEG digital, yang dalam istilah awam ini kadang-kadang juga disebut pemetaan otak. QEEG adalah perpanjangan dari analisis interpretasi EEG visual yang dapat membantu, bahkan menambah pemahaman kita tentang EEG dan fungsi otak. Quantitative Electroencephalography(qEEG) adalah prosedur yang memproses aktivitas EEG yang direkam dari rekaman multi-elektroda menggunakan komputer.

Bagaimana Melakukan EEG dan Brain Mapping?

Dengan menggunakan alat yang menyerupai penutup kepala pada kulit kepala, perangkat lunak tersebut akan menangkap impuls listrik di otak. Hasilnya menunjukkan pola gelombang otak di berbagai bagian otak. Prosesnya memakan waktu sekitar 15 menit, dan data kemudian diubah menjadi laporan peta otak visual. Hasil analisis laporan peta otak akan mengidentifikasi area masalah. Laporan tersebut akan menampilkan hasil dalam format yang jelas dan ringkas yang dapat mudah dipahami dengan bantuan tenaga medis.

TMS Merupakan metode terapi non invasif untuk menstimulasi area tertentu pada otak yang mengalami gangguan berupa peningkatan ataupun pengurangan aktivitas sel saraf otak.

Cara kerja

Sebuah alat berupa coil yang menginduksi medan magnet ditempelkan pada kepala selama 30-45 menit.  Kemudian dapat terjadi stimulasi ataupun inhibisi pada bagian otak yang terganggu. Setelah dilakukan TMS selama beberapa sesi akan terjadi perbaikan jangka panjang pada aktivitas bagian otak tersebut.

Indikasi TMS pada gangguan psikiatri mencakup:

  1. ADHD
  2. Depresi
  3. Kecemasan
  4. Gangguan Panik
  5. Skizofrenia
  6. Autisme
  7. Gangguan Belajar
  8. Post traumatic stress disorder

Penelitian yang mendukung

  1. Cao dkk (2018). Perbaikan perhatian, kemampuan belajar, dan gejala lain pada anak dan remaja dengan ADHD
  2. Diefenbach (2018). Pada pasien dengan gangguan kecemasan, TMS menurunkan tingkat kecemasan
  3. Sokhadze et al. (2014). Terapi TMS pada anak dengan autis mampu meningkatkan konsentrasi, dan memperbaiki perilaku
  4. Brunoni et al. (2017). TMS memperbaiki gejala depresi dan menurunkan angka kekambuhan depresi pada anak dan remaja

Keamanan dan tolerabilitas

  • Keamanan TMS telah diteliti oleh Allen et al (2017) yang menganalisa 67 penelitian penggunaan TMS pada anak dan remaja. Dari Penelitian tersebut tidak ada efek samping serius ketika protokol TMS dilakukan dengan benar.

Keuntungan Terapi menggunakan TMS

  1. Telah didukung data penelitian
  2. Non invasif
  3. Efek samping hampir tidak ada

Booking Jadwal TMS

Biofeedback adalah metode non infasif utk menilai berfungsinya sistem regulasi tubuh. Neurofeedback adalah metode non invasif yang dapat digunakan untuk kebugaran mental, peningkatan performance diri, dan untuk regulasi diri. Dapat digunakan pada depresi, cemas, ADHD, autisme, pengurangan kejang, tourette, peningkatan relaksasi dan peningkatan atensi dan konsentrasi.

Neurofeedback

adalah pada prinsipnya dapat terjadi abnormalitas aktivitas listrik otak pada gangguan psikiatrik. Neurofeedback adalah metode non-invasif berdasar pada aktivitas listrik otak yang bertujuan untuk melatih otak berfungsi lebih baik.

Cara Kerja

  • Elektroda ditempelkan pada kulit kepala untuk mengukur aktivitas listrik pada otak, kemudian klien menonton film dan secara real time aktivitas listrik otak akan terekam. Klien akan menerima feedback positive pada saat kondisi gelombang otak mengarah pada yang tidak diharapkan (video akan berubah tidak wajar, misal : blur, tersendat).
  • Secara bertahap klien akan berlatih untuk memperbaiki gelombang otak, sehingga fungsi otak akan berfungsi lebih optimal

 

Manfaat:

  1. Meningkatkan kemampuan kognitif
  2. Meningkatkan rentang atensi dan focus
  3. Menurunkan tingkat hiperaktivitas pada anak
  4. Membuat pola tidur lebih normal
  5. mengurangi kecemasan dan depresi
  6. Membuat suasana hati (mood) lebih stabil

Efektif Untuk Kasus

  1. ADHD
  2. Kecanduan (Addiction)
  3. Autisme
  4. Alzheimer
  5. PTSD (Post Traumatic Stress Disorder)
  6. Involuntary Muscle and Joint Movement

Booking Jadwal Biofeedback – Neurofeedback

merupakan sebuah tes untuk mengukur atensi dan impulsivitas seseorang. Tova bermanfaat sebagai penunjang diagnostik pada pasien yang diduga ADHD

Cara Kerja

  • Klien diberikan stimulus berupa suara ataupun gambar (bentuk geometri) pada monitor, kemudian klien menekan switch pada alat ketika muncul stimulus tertentu. Respon terhadap stimuli tersebut diukur. Hasilnya berupa response time, response time variability, commision error, omission error yang kemudian dianalisa untuk mengukur tingkat atensi klien. Lama waktu tes TOVA +- 20 menit.

Kelebihan Di Banding Tes Lain

  1. Cepat dan Akurat
  2. Mudah dipahami klien anak-anak
  3. Menggunakan komputerisasi dan switch khusus sehingga hasil tes lebih reliable

Booking Jadwal TOVA

Quantitative Electro Encephalo Graphic adalah suatu alat yg berfungsi utk mengaanalisa aktivitas elektrik atau gelombang otak dengan menilai gambaran pola kuantitatif yang digunakan sebagai prosedur utk menilai adanya kelainan fungsi otak.
indikasi QEEG sebagai alat bantu diagnosis dan follow up hasil dari terapi. Abnormalitas QEEG tidak khas pada suatu penyakit tetapi lebih menggambarkan kelainan fungsional pada otak.
QEEG digunakan sebagai penilaian kelainan fungsi otak dan diagnosis permasalahan psikiatri antara lain : ADHD, Autisme, ganguan cemas, kecanduan, depresi, demensia dll

Booking Jadwal Brain Mapping

Close Menu
WeCreativez WhatsApp Support
Team kami siap menjawab pertanyaan anda, silahkan tanya kepada kami...
👋 Halo, ada yang bisa kami bantu?
error: Alert: Content is protected !!